/

Minggu, 07 Juli 2013

hai, Ed :)


Edwina Rismayanti. Itulah nama lengkapnya, setidaknya itulah yang aku tahu karena telah terpampang nyata secara membahana ulala di akun facebooknya. Akun yang menjadi awal mula perkenalanku dengannya yang secara ‘tidak mengenakkan’. Yah awalnya~

Edwina Rismayanti. Panggil saja dia Ed. Entah kenapa kali ini aku ingin bercerita tentang dia. Anggap saja alasannya karena dia telah menjadi  salahsatu orang yang menyumbang inspirasi besar di hidupku #tsaah. Entahlah. Yang aku ingat, awal perkenalanku dengannya adalah 13 Juni lalu. Belum lama.

Aku yang belakangan ini hobby menggerakkan mouse kesana kemari hingga membentuk sebuah gambar di layar leptop, juga menggoreskan pensil di kertas kosong hingga menghasilkan gambar absurd yang kebanyakan orang sering menyebutnya Art. Yah, belakangan ini aku kecanduan membuat art. Sudah beberapa art yang telah aku buat. Ada yang merupakan imajinasiku sendiri, ada yang terinspirasi dari karya orang lain; gambar milik teman atau saran dari teman.

Hingga pada waktu itu, tepat tanggal 12 Juni aku menemukan sebuah gambar lucu milik teman di salahsatu halaman binder miliknya. Aku menyukai gambar tersebut. Gambar seorang gadis berjilbab dengan ekspresi yang sangat manis. Aku suka. Aku menggambarnya kembali menggunakan Corel Draw, tentu saja setelah mendapatkan izin dari seorang temanku tersebut. Sebut saja namanya, Yuli.

12 Juni malam aku berhasil menyelesaikan gambar tersebut. Aku cukup puas dengan hasilnya. Begitupun dengan Yuli. Dan seperti kebiasaanku, setelah menggambar… dengan ‘pede’nya aku meng-upload gambar tersebut ke akun facebook milikku. Terserah orang lain ingin menertawakan karyaku yang masih sangat biasa-biasa saja, tapi aku memiliki kepuasan tersendiri juga ketika ada yang menyukainya. Makanya, kenapa tidak untuk men-share-nya? Hehe begitu fikirku.

12 Juni aku meng-upload gambar tersebut, dan 12 Juni juga aku menemukan akun milik Ed di facebook. Entah aku menemukannya dari mana, aku lupa tepatnya. Aku melihat koleksi gambar miliknya yang sangat ‘waaaah’ menurutku. Ketjeh. Aku menyukai karya-karyanya. Namun ada yang mengganjal. Gambar yang baru saja aku upload di facebook, ada yang sama persis dengan salahsatu gambar milik Ed. Tentu saja gambar milik Ed lebih ketjeh dibanding punyaku. Kebetulan? Entahlah. Akupun memutuskan menambahkan Ed sebagai teman.

Keesokan harinya, permintaan pertemananku Ed terima. Sore itu, iyaaaah… tepat sore hari. Aku masih mengingatnya. Dan pada malam harinya itulah awal percakapanku dengannya terjadi. Karena apa?? Karena Ed menyadari gambar milikku sama dengan saahsatu gambar miliknya.