/

Kamis, 26 Mei 2016

Boleh?



Jantungku berhenti sesaat.
Nafasku tidak seteratur biasanya.
Pandanganku menggelap.
Mataku perih, ada sesuatu yang hampir tumpah.
Dia tak boleh kalah,
berulang kali ku katakan  padanya “Jangan mau dikalah!”


Ada yang memukul dengan keras tepat di hatiku.
Pada apa yang kuanggap masih bisa bertahan.
Pada apa yang kuharap telah kembali membaik seperti semula.
Ternyata ku salah.
Sakit!

Mungkin aku lupa. 
Semua hanya sementara. 
Baik itu suka maupun duka.
Batinku mengutuk diriku sendiri.
Semestinya aku telah bersiap diri dari kapan hari.
Untuk ini.

Aku menyerah.
Dia kalah.
Saya harus apa?
Karena nanti pasti akan baik baik saja.
Mungkin esok, lusa, atau mungkin butuh satu dasawarsa.
Namun aku janji akan baik baik saja.
Segalanya akan baik-baik saja.

Terimakasih karena telah berjuang semampu yang kau bisa.
Semoga bahagia di sana.
Aku akan baik baik saja.
Berulang kali kuulang “aku akan baik baik saja
Kekasihmu akan ku jaga. Dia juga akan baik-baik saja.
Sembari kami menunggu waktu untuk menemuimu lagi di sana.

Lalu mataku basah.
Bapak, bolehkah kali ini ku biarkan saja tumpah?
Boleh? 
Kali ini saja.



RS. HAJI - Makassar, 24 Mei 2016.
02:00 WITA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar