Detak malam yang ranum, berpeluk
lelap yang semakin bisu. Ketukan tiap detik jarum jam yang berputar melingkar
menarikan perputaran waktu. Merangkak perlahan dan pasti, namun kisahnya
masih begitu terahasiakan sampai tiba tuk terjadi maka terjadilah secara pasti.
Sang waktu selalu berhasil
menyelundup lalu tersejajarkan dengan tiap hembusan nafas. Mereka memanglah pantas tuk selaras sebab di sanalah benih
cerita akan bertumbuh tuk akhirnya kita jadikan kenangan.
Dan kini, saat para lentik
jemariku menari mengetikkan huruf demi huruf dan terangkai menjadi kata yang
terkalimatkan… wangi malampun semangit terhirup, begitu menenangkan. Ku padamkan
lampu lalu sunyi semakin terasa dalam ringkihan angan yang entah menuju ke
mana, pun ke siapa.



