/
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 November 2015

8/8


Pada gallery telepon genggam yang saya punya, hari ini saya memilih sebuah foto untuk dijadikan sebagai wallpaper. Pun dengan laptop yang saya miliki. Saya memilih foto yang sama untuk dijadikan wallpaper di sana. Foto-foto kita saat menggunakan jubah hitam bergaris hijau menggunakan toga yang talinya telah berpindah dari kiri ke kanan, lengkap dengan bingkai mewah yang melengkapinya; Senyum kebahagiaan dan kelegaan atas fase-fase tidak ringan yang telah kita lalui hingga tibalah kita di titik ini. Hari itu.

Senin, 14 September 2015

Welcome to the real life, Eskade!


Assalamu’alaikum ^^
Sudah begitu lama tidak menjenguk blog ini. Iya. Iya. Saya memang tengah menjadi seorang blogger durhaka yang melupakan yang lama karena sudah ada yang baru. Melupakan blog ini lalu malah lebih sering membuat postingan di akun sosial media lain. Lalu alasan saya apakah masih sama? Tidak. Sudah tidak... Sini saya ceritakan~

Setelah beberapa saat yang lalu alasan yang sering saya gunakan saat ditanya kenapa jarang nge-blog lagi adalah karena sedang disibukkan oleh tugas akhir sebagai mahasiswa (read: SKRIPSI), maka saat ini, hari ini, jam ini, detik saya menulis entri ini... saya sudah tidak bisa menggunakan alasan itu lagi. Kenapa? Ya karena saat ini saya bukan lagi seorang mahasiswa yang disibukkan oleh tugas akhir. Hehe. Iya~ Alhamdulillah saya sudah lulus kuliah. Sudah diwisuda. Sudah menjadi sarjana muda. Sudah menyandang gelas S.Pd yang semoga saja dan inshaAllah berkah.

Kamis, 11 Desember 2014

Semester Keramat!




Assalamu’alaikum ^^ 
Apakabar, gaes? Sebelum dicap sebagai blogger murtad yang sudah jarang berbagi cerita dalam entri-entri yang-semau-gueh, maka izinkanlah saya berbagi sedikit kisah yang dari judulnya saja sudah terkesan HOROR.

Sekitar akhir bulan Juni yang lalu, saya dan teman seangkatan lainnya resmi menjadi mahasiswa semester 7. IYA. SEMESTER TUJUH. Semester Keramat!! Kenapa keramat? Karena pada semester ini, segala hal yang ‘TIDAK BIASA’ terjadi dengan ajaibnya.  Apa saja hal-hal ajaib itu? Nah ini dia…

Rabu, 09 April 2014

UNTITLED


Assalamualaikum ^^


Entah, hubungan quote kak Farah dengan inti postingan saya kali ini adalah apa, namun jika saya sambung-sambungin maka akan seperti ini jalan ceritanya:

Dalam rangka ikut meramaikan pesta demokrasi Negara tercinta kita ini yang jatuhnya pada tanggal 9 April 2014, saya yang merupakan anak rantauan/kos-kosan memutuskan tuk pulang ke rumah sehari sebelum tanggal 9 tiba. Selain untuk ikut memilih di hari pemilu, saya pulang juga dalam rangka mengobati kangen teramat sangat kangen sama rumah, sama Mama, sama Bapak, sama Kakak dan sama Adek. Yap! Saya adalah tipe anak rantau yang begitu memuliakan sebuah ‘pulang’ dan selalu memiliki alasan tuk ‘pulang’, sebab pulang ke rumah adalah sederhana yang dapat membuat saya begitu bahagia. Trust me, Bahagia itu sederhana, Kawan! ‘o’)9999

Senin, 03 Maret 2014

our story; KIRADEKA



“Dua periode saya bernaung di sana, dan hari ini semuanya telah berakhir. Tapi bagi saya tak ada yang usai.. KITA tetap menjadi keluarga. Terima kasih atas begitu banyak kesan  yang selama ini kakak-kakak  telah berikan. Dan selamat kepada kakak-kakak yang terpilih sebagai pengurus baru KIRADEKA”
 
–Anto a.k.a Endjoz, 2 Maret 2014
Assalamualaikum

Pertamatama dan  paling utama yang harus saya tuturkan saat ini adalah beribu-ribu pensyukuran atas segala karunia yang Tuhan telah berikan pada saya. Mungkin terdengar seperti ingin berpidato, tapi percayalah… ini hanyalah postingan biasa yang mengkin akan berujung pencurhatan. ((PENCURHATAN)) *digetok guru bindo*


Oke, lansung saja. Ada pepatah yang mengatakan; setiap perjumpaan pasti akan ada perpisahan. Dan tiap perpisahan, akan berujung ke-melow-an! Mau tidak mau, itulah yang saya rasakan sekarang.

2 tahun yang lalu, saya dinyatakan lulus menjadi salahsatu anggota Racana di kampus saya. Fyi, racana adalah sebutan untuk nama satuan kepramukaan tingkat Pandega, atau setara dengan anak kuliahan. Begitulah~ dan, nama Racana di kampus saya adalah “Ki Hajar Dewantara” untuk Putra dan “R. A. Kartini” untuk Putri, disingkat KIRADEKA.

Sabtu, 01 Februari 2014

Namanya adalah Januari

Tepat sebulan yang lalu, aku kembali dipertemukan dengan kawan lama yang hampir setahun pergi namun berjanji kembali. Dan benar, dia benar-benar kembali menjadi sulung yang  semakin baik. Baik hatinya, pun ramah sapaannya.

Pada satu malam tepat sebulan yang lalu, ku jabat tangannya sambil mengguratkan senyuman terindah. Ia menggapai salamanku pun dengan senyuman yang lebih ramah. Waktu itu, langit malam berhiaskan bunga bunga api yang sungguhlah jelita. Yah, aku masih ingat dengan jelas. Mana mungkin aku bisa lupa~ Namun sesaat setelahnya, hujan turun membasahi dua tangan yang sedang berjabat ---tanganku dan tangannya. Lalu kamipun memandangi langit dengan penuh kenikmatan, membiarkan bulir-bulir air berpeluk dengan tubuh yang merindukannya.

Dia tersenyum. Lalu mengajakku berjalan bersama dengan pegangan yang masih begitu hangat aku rasa.

“Kita mau kemana?” tanyaku padanya. Namun dia hanya tersenyum tanpa mengeluarkan kata.

Minggu, 29 September 2013

ULBLACKMAN



“Terimakasih, Kak” kata seorang anak sambil menghapus air mata yang membasahi pipi bakpaw miliknya. “Iya, sama-sama…”  jawabku dengan senyum meringis ngilu. Ngilu dengan luka di lutut si anak berpipi bakpaw. “Lain kali kalo main sepedaan, jangan balap-balapan. Begini begini, kakak jago sepeda loh tapi gak pake balap-balapan juga…” sambungku sambil membersihkan pasir yang menempel di lukanya menggunakan tissue yang ku bawa.

Dengan tampang menjengkelkannya, si pipi bakpaw malah berkata “Tapiiii, kakak gak jago motor kan?”
“He, kamu tau darimana?”

Rabu, 11 September 2013

Tempat Terindah



“Bahagia itu sederhana…..”

Saya bahagia. Iyah, saya sedang berbahagia. Sebenarnya tidak bahagia bahagia yang parah, tapi cukuplah untuk saya mengucap “Alhamdulilah.. terimakasih atas nikmatmu, Tuhan…” .

Yap, sejak kecil saya diajarakan untuk bersyukur atas segala nikmat yang Tuhan telah berikan, sekecil apapun itu, sesederhana bagaimanapun itu. Dan karena hal itu jugalah, saya menjadi ketagihan dengan indahnya kesederhanaan yang membahagiakan. Sederhana namun berharga. Saya tidak perlu me-mewah-kan hidup saya untuk membuat kisah yang sempurna. Saya lebih nyaman.

Bercerita tentang bahagia itu sederhana, beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman akhirnya bisa kembali berkunjung ke ‘Tempat Terindah’ lagi. Plisss jangan tanyakan Tempat Terindah itu tertera namanya di peta atau tidak!! -____-

Rabu, 21 Agustus 2013

bolang sii bolang ^o^)~

Assalamualaikum ^^

Selamat tanggal 22. Selamat ulangtahun Kakak perempuanku yang amat sangat aku sayangi. Semoga panjang umur, mudah rejeki dan enteng jodong. Biar kelak punya anak yang bisa melanjutkan estafet ke-ketjeh-an-ku. Eaaak. Hahaha.

Selamat bersekolah bagi yang merayakan. Gimana liburannya? Semoga seru. Selamat menanti datangnya jadwal perkuliahan yang padat bagi para mahasiswa. Nikmatilah liburanmu sebaik-baiknya, karena dalam hitungan minggu…. akan datang waktu dimana kamu akan merindukan semua itu. Hakhakhak..

Ngomong-ngomong tetang liburan, aku adalah salahsatu mahasiswa yang sedang menikmati sisa liburan 3 bulan ini dengan amat sangat biasa saja. Liburan, pulang ke rumah, dan menikmati liburan di rumah saja. Tapi, ketika ajakan ngebolang datang dari teman.. tentu saja dengan lantang aku akan meng-iya-kan. Lumayan.. gak nganggur-nganggur amat -__-“

Minggu, 07 April 2013

Jika aku menjadi….


Hari ini aku bertemu dengan seorang Nenek pemulung yang badannya sudah tidak mampu menopang tiap beban pikul yang ia gendong di pundaknya. Mengais rezeki dengan mengaduk-ngaduk tempat sampah demi mecari sesuatu berharga yang bisa ia jual demi sesuap nasi. Tangan yang nampak kurus dengan hiasan keriput itu dengan jeli memilah sampah demi sampah tanpa mengenal jijik. Rambut yang sepenuhnya telah berwarna putih, kebaya sederhana yang coraknya sudah mulai luntur termakan jaman, bawahan sarung dengan banyak robekan dibeberapa bagiannya, serta sebuah karung besar-pun setia menemani langkah gontainya.

Pada istirahatnya disuatu siang, tepat di sudut sebuah bak sampah besar ia menyandarkan diri dan meneduh dari sorot tajam pancaran sinar matahari. Aku, dengan dahaga yang berapi-api setelah seharian kuliah-pun membeli sebuah minum di sebuah warung beberapa meter dari tempat si nenek tersebut menghilangkan letih. Ku pandangi dia.. dan fikiranku kemudian menerawang jauh…

Jumat, 05 April 2013

my sweet 19 Birthday^^


Assalamualaikum….

Selamat berhari jum-at yang berkah! Selamat tanggal 5 April yang telah 19 kali berulang di hidupku ini. Yey, TODAY IS MY DAY! Happy Birthday to meee nyahaha!

Tidak ada kata yang dapat aku ucapkan selain, Terimakasih!!

Terimakasih untuk Allah SWT yang masih memberikan padaku umur yang panjang, dan semoga berkah! MAsih memberikan kepercayaan padaku untuk berada di antara orang-orang yang sangat menyayangiku. Sangat-sangat menyayangiku. Sekali lagi, Terimakasih :’)))

Terimakasih untuk Mama, Bapak, Kakak dan adekku. Walaupun bukan merekalah orang pertama yang mengucapkan selamat atas berulangnya hari kelahiranku, tapi dihatiku mereka tetaplah yang pertama. Terimakasih atas segala kasih sayang yang telah diberikan hingga usia 19 ku ini. Tak pernah aku merasakan kekurangan kasih saying dari mereka. Terimakasih!!

Rabu, 23 Januari 2013

galaunya mahasiswa nih!!

Aku benci bersikap iri.. itu sama hal-nya aku menunjukkan ketidak mampuanku. Aku hanya merasa kecewa... kecewa akan sesuatu yang telah terjadi, ketidak adilan yang menurutku kurang diterapkan. Aku benci hal ini... Aku benci ketidak adilan yang membuatku kecewa ini...
"Menyerah sebelum berusaha itu namanya pengecut" -@DrVampir

                                                        

Sabtu, 10 November 2012

Observasi yang LABIL :D


Assalamualaikum..
Bagaimana kabar kalian?
Kali ini saya akan bercerita tentang bagaimana sibuknya menjadi Mahasiswa. Lebih tepatnya, sebagai calon guru masa depan. muehehe :D

Berhubung karena saya kuliah di jurusan ke-Guru-an, jadi saya harus belajar menjadi guru mulai dari sekarang. Dan salah satu tugas MK saya di semester 3 ini adalah melakukan observasi di sebuah sekolah. Maka saya dan kelompok saya yang acak adur ini memilih sebuah SD, yaitu SDN 38 Parepare.

Menginjakkan kaki di sebuah Sekolah Dasar yang pastinya dipenuhi dengan para bocah labil *tepatnya lebih labil dari saya dimalam minggu* #ehmaap membuat bulu kuduk jadi jingkrak-jingkrakan. Senyum lugu dari para siswa SD ini seakan menutup pori-pori yang ada ditubuh saya. SAYAAA SESAK!!

Para bocah cowok mulai mendekat seakan menjelmakan diri mereka sebagai Pria dewasa yang ingin melakukan pe-de-ka-te. Satu persatu dari mereka bertanya... dan dengan pertanyaan yang sama.
siswa       : "BU, namanya siapa?"What the.....-_- saya dipanggil IBU meeen.. saya tidak  setua itu...

saya : "namaku, Shry deeek"

siswa : "oh, nama ibu Shrydee?" kemudian bocah itu berlari kearah teman-temannya dan menyebar luaskan nama saya yang dia peroleh setelah percakapan singkat nan budeg dengan saya.

Kamis, 27 September 2012

Aku merindukan Hujan

Aku suka hujan karena saat hujan aku bisa menyembunyikan tangisku dibalik rintikan air-nya. Aku suka hujan karena saat hujan aku bisa berteriak sepuasnya tanpa ada yang bisa mendengar lengkingan suaraku. Aku suka hujan karena pada saat itu-lah aku mempunyai banyak waktu untuk melamunkan "DIA".

HUJAN !! (gambar dari google)



Tapi dimanakah hujan itu saat ini? Aku meridukannya.Kenapa sekarang ini menjadi begitu kering? Aku sangat merindukan rintikan hujan yang bisa menjadi saksi lamunanku. Menjadi saat yang sangat tepat untuk mengistirahat pikiran dari panasnya gontayan hidup. Memercikkan dirinya ke wajahku, menghapus segala penat yang menyiksaku. Sungguh, Aku merindukan hujan....

Atmosfer yang begitu panas ini adalah bukti betapa saat ini aku kehilangan hujan. Aku bahkan sudah lupa saat terkhir kali aku melamun dengan sangat tenangnya. Bermain dengan air dan menikmati langkah demi langkah dibeceknya tanah yangg disebabkan karenanya. Aku merindukan hujan, seperti aku merindukan saat tenang nan bahagia itu.

Berlarian dibawah percikan air dari langit, duduk termenung setelahnya. Menunggu datangnya sang pelangi dan merasakan kedamaian.. tanpa rasa takut akan terserang flu atau demam. Demi apapun, aku merindukan hujan.

Akankah hujan datang dalam waktu dekat ini? memelukku dalam dinginnya. Membuatku tertidur dengan bahagia dipangkuannya..