/

Senin, 14 September 2015

Welcome to the real life, Eskade!


Assalamu’alaikum ^^
Sudah begitu lama tidak menjenguk blog ini. Iya. Iya. Saya memang tengah menjadi seorang blogger durhaka yang melupakan yang lama karena sudah ada yang baru. Melupakan blog ini lalu malah lebih sering membuat postingan di akun sosial media lain. Lalu alasan saya apakah masih sama? Tidak. Sudah tidak... Sini saya ceritakan~

Setelah beberapa saat yang lalu alasan yang sering saya gunakan saat ditanya kenapa jarang nge-blog lagi adalah karena sedang disibukkan oleh tugas akhir sebagai mahasiswa (read: SKRIPSI), maka saat ini, hari ini, jam ini, detik saya menulis entri ini... saya sudah tidak bisa menggunakan alasan itu lagi. Kenapa? Ya karena saat ini saya bukan lagi seorang mahasiswa yang disibukkan oleh tugas akhir. Hehe. Iya~ Alhamdulillah saya sudah lulus kuliah. Sudah diwisuda. Sudah menjadi sarjana muda. Sudah menyandang gelas S.Pd yang semoga saja dan inshaAllah berkah.


Saya bukanlah seorang mahasiswa yang hampir ditiap malamnya merasakan kegelisahan dan tidur tak nyenyak karena serangan-serangan yang dilakukan sang skripsi lagi. Eng.. tapi.. sebenarnya, skripsi tak semenyeramkan itu. Yap, tidak semenyeramkan itu jika saya merupakan seorang manusia yang niat mengerjakan skripsinya cepat terkumpul. Namun apa daya, angan tetaplah sebuah angan. Jika tetaplah menjadi sebuah jika. Saya hanyalah seorang Sry Kartika David yang harus menunggu waktu yang sungguh sangat lama hanya untuk mengumpulkan niat tuk mengerjakan skripsi. *Mengumpulkan niatnya saja sudah pake acara begadang tiap malam, gaes -_____-* nah, pada saat niat mengerjakan skripsi sudah terkumpul, deadlineuntuk konsul ke dosen pembimbing pun ternyata sudah di depan mata. DAN JEEENGGG JENGGG JENGGGG~~ kehebohan pun menyerang secara membabi buta. 

Skripsi sudah jadi, semangat nge-print-nya sudah tinggi sekali, membuat janji dan menunggu dosen pembimbing walau lebih sering berujung di-PHP-i, sekalinya bertemu skripnya malah dicoreti. Kan, #KREEEEEKKK sekalihhhhh!!!

Namun di situlah seninya, di situ keseruannya, di situ letak moment-sakitnya tuh di sini!-nya. *goyang dumang* *disangka kejang-kejang*

Tapi, segalanya telah berlalu. Sang skripsi yang menemani diri ini selama berbulan-bulan pun akhirnya bisa tertaklukkan dengan elegant. Seminar proposal, ujian hasil dan sidang tutup pun berhasil saya lalui alhadulillah dengan lancar. Walaupun setiap ujian harus dipertemukan dengan penguji berdarah dingin #halah, namun saya tetaplah masih bisa keluar ruangan dengan senyum manis yang tak terlunturkan. ALHAMDULILLAH.

“... karena hasil tak pernah mengkhianati prosesnya” adalah sepenggal kalimat termainstream yang menjadi status BBM teman-teman saya waktu itu namun sungguh sangat layak untuk saya IYA-kan. Setelah sidang tutup saya dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2015  dan saya dinyatakan lulus  dengan nilai yang sungguh sangat memuaskan, saya dan teman-teman pun dinyatakan resmi menyadang gelas S.Pd pada yuidisium tanggal 8 Juli 2015. Dan akhirnyaaaa diwisuda pada tanggal 13 Agustus 2015. Kenapa kata ‘akhirnya’ dicoreti? Karena wisuda memang bukanlah sebuah akhir. Melainkan adalah awalan dari kehidupan sesungguhnya yang siap menanti! ‘o’)9



Alhamdulillah pada saat mengetik entri ini, saya bukan lagi seorang mahasiswa dan bukan pula seorang yang senin-selasa-rabu-kamis-jumat-sabtu-minggu-nya rasa minggu, melainkan telah menjadi seseorang yang di tiap paginya akan terus disambut oleh senyum-senyum mungil berseragam yang memanggil saya “Ibuuuu seriiiiiii”, walau kadang masih ada beberapa diantara mereka yang sering khilaf memanggil saya “Kakak seriii”, "Kakak Ibu" atau “Kakak Plincesss” hehee yang terakhir dicoret saja.

Ah, waktu memang sering berjalan tanpa terasa. Baru kemarin guling sana guling sini memikirkan skripsi, baru kemarin ngeluh dan meronta-ronta “KAPAAAN WISUDAAA KAPAN WISUDAAAA” tiap bertatapan dengan skripsi.. eh hari ini sudah mendapatkan apa yang selama ini dironta-rontakan. Dan saya tidak bisa menjadi setangguh ini melewati itu semua tanpa sosok-sosok hebat dibaliknya.
  • Mama dan Bapak yang selalu setia untuk mendoakan dan memberikan dukungan yang tak putus-putusnya dalam berbagai bentuk. Memberi semangat disaat saya mulai mellow tiap jadwal ujian ditunda, menyediakan stock milo dan energen berbagai rasa di dalam lemari sebagai persediaan tiap saya begadang (karena tau anaknya bukanlah seorang penikmat kopi), menjadi pil untuk saya tidak menyerah tiap saat ingin menyerah. Tsah. #okeagakdrama 
  • Suadara saya; Kakak Indra dan Kakak Atto yang banyak membantu selama saya kuliah, tak hentinya memberi semangat dan mendoakan. Serta Adik Aan yang selalu setia menjadi abang ojek jika kakaknya ada keperluan mendadak untuk kemana-mana. Walaupun lebih banyak menyebalkannya, Aan lah salah satu sosok yang membuat saya tidak ‘gila’ disaat ingin gila. Hahaha.
  •  Anisa Nasir yang selalu rido untuk saya repotkan. Saya menyebutnya sebagai ‘seorang partner in moment apaajah’ karena dia memang (hampir) selalu ada. Selalu mendoakan dan memberi dukungan disaat tau kejiwaan saya sedang tidak baik-baik saja. Saat ini dia pun sedang disibukkan dengan tugas akhir, yang semoga saja dia bisa sesegera mungkin menyelesaikannya dan menyusul saya. Aamiin. Ira Astuty Sumara, Sri Wahyuni, dan Riri Kasmila Tenne pun yang sama mendukungnya. Sering saya repotkan dan gaduhkan. Ah, sepertinya saya memang diciptakan sebagai makhluk merepotkan untuk mereka. BIARIN. Bhay! Uni juga sedang sibuk memasukkan judul ke dosbingnya, semoga segera acc, semoga dilancarkan, semoga segera menyusul. Aamiin.
  • Dosen Pembimbing I saya yang sejak pertama kali melihatnya sekitar 4 tahun  yang lalu, saya sudah dibikin jatuh cinta oleh kharismanya, Bapak Drs. H. Azis Sappe, M.Si. Beliau adalah sosok yang walaupun rambutnya tak lagi berwarna hitam, namun pesona dari senyumannya masih saja meluluh lantakkan kejiwaan para mahasiswinya. HOHO. Paling detail memeriksa skripsi saya dan paling rajin mendapatkan ke-typo-an saya. Terimakasih, Pak. Paling Pengertian dan sangat jarang memberikan harapan palsu saat janji “ketemuan”. Pembimbing yang walaupun istrinya sedang di rawat di rumah sakit, tetap menyempatkan beberapa jamnya untuk para anak bimbingannya. Dosen Pembimbing II saya, Ibu Dra. Hj. Fajar, S.Pd.M.Pd yang walaupun ‘agak’ sulit untuk ditemui, namun tidak pernah mempersulit mahasiswa bimbingannya. Pak, Bu..terimakasih bimbingannya hingga terselesaikanlah skripsi saya.
  •  “RAAAAM.. mauka bertanya!” “Ikka!! Bagaimana yang ini?” “kirimkan ka bede bagian inimu!” adalah sebagian kecil dari ronta-rontaan saya pada beberapa teman saat bertemu, via telepon maupun chat ketika saya mulai stuck saat mengerjakan skripsi. Tidak mengenal pagi, siang, sore, malam ataupun tengah malam sekalipun.. kalau saya stuck tapi lagi rajin, pasti saya gaduhkan mereka; Ramly, Ikka, Imra, dan teman-teman sedosbing saya.
  • Nia, Ros, Anty, Ria, Lala, Pito dan Ramly (lagi) yang paling setia (walaupun tak selalu bersama) selama 4 tahun saya kuliah. Teman-teman sekelas saya di C.61, dan teman-teman lainnya; Taslim, Masdi, Andir, Iin, Uni dan lainnya yang selalu men-selo-kan ketika saya mulai tak selo. Senior dan junior di kampus yang rajin nge-chat “SEMANGAT KAKAK!” untuk saya.
  • Kepala Sekolah, guru-guru dan siswa-siswa di SDN 172 Pinrang tempat saya melakukan penelitian untuk skripsi saya. 
  • Kakak-kakak Sahabat KITA dan Kelas Inspirasi Pinrang yang selalu memberi dukungan dansering me-maklum-kan ketidak hadiran saya saat kumbang maupun kopdar karena alasan sibuk kerjas kripsi, hehe.  
  • Hero. Seorang partner yang tak pernah bosan-bosannya menanyakan kabar skripsi saya, memberi semangat dan mendoakan. Sosok lain yang dapat meminimalisir kemungkinan gilanya saya disaat saya hampir gila (karena dia lebih gila). 
Sekali lagi, namun sesungguhnya berkali-kali; Terimakasih kepada berbagai pihak yang saya sebutkan maupun tidak.Terimakasih karena telah menjadi sosok-sosok baik  yang doanya dikabulkan oleh Allah SWT. Saya sungguh menyayangi kalian.

Dan dengan telah diwisudanya saya, maka resmi pula saya menginjakkan kaki di dunia yang sesunguhnya. Semoga tak rentan merindu jaman kuliah lagi. Semoga tidak sok sibuk lagi walaupun sebenarnya makin sibuk. Semoga bisa rajin-rajin ngeblog lagi agar blog ini tak kekurangan kasih sayang. Semoga segalanya dilancarka. Semoga ‘target’ bisa tercapai. Semoga segera mendapat restu. Dan, semoga yang ‘dicita-citakan’ bisa menjadi nyata. Welcome to the real life, Eskade!


Peace, Love and Gaol -__-
Sry Kartika David, S.Pd  (ciee)

7 komentar:

  1. Balasan
    1. Cie cie yang wisudaan, sadooyy ~ selama' yah gan hahaha :D

      Hapus
    2. pertamax dapat piring tjantik :D

      ohhohoh.. asik dikunjungi sama blogger profesional :p yap! btw, sankyuu yah, gan..

      Hapus
  2. Cieeee.... selamat ya Shry... Semoga ilmunya bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Allah. terimakasih kak errnyyy :)

      Hapus
  3. selamat nih, semoga cepet dapet kerja atau klo buka usaha semoga cepet laris...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. terimakasih kakak obat kolestrol tinggi :'D

      Hapus