Aku menatap lurus bulir air hujan yang berbaring di atas rumput hijau, lapang. Lembut, bening dan basah. Andai aku ingin maka aku akan melangkah ke hamparan luas itu lalu berkaca pada beningnya, dan akan aku tangkap linangan yang sama di sepasang mataku sore ini. Ya, Hari ini langit mendung dan gerimispun bersimpuh pada satu waktu sebelum senja pergi dengan malu-malu. Aku sedang tidak semendung langit, mataku hanya basah tersapu bahagia tak terbendung.
Waktu selalu sulit untuk ditebak,
pun dengan dia yang secara tak terduga menghampiriku lalu mengetuk pintu hatiku
dengan lembutnya. Hampir tak terdengar. Namun aku adalah pemilik hati yang peka---
peka terhadap hal kecil, apapun itu.


